Kamis, 08 Desember 2011

Kesan-kesan


Kali ini saya akan menyampaikan kesan saya mengenai tugas dalam pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang berkaitan dengan blog ini. Sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada guru pembimbing saya,  Drs. Oan Hasanuddin, RO, Akp, MA yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas-tugas ini.
Bagi saya, tugas yang diberikan ini sangat bermanfaat. Mulai dari tugas pertama, yakni membuat sebuah blog, membuat saya yang tidak terlalu mengenal blog, menjadi tahu dan dapat menggunakannya. Selain itu, tugas yang diberikan itu mampu membuat saya menjadi lebih disiplin, lebih kreatif dalam berkarya dan menghargai karya itu sendiri. Awalnya memang terasa berat, dimana tugas tersebut harus sudah selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Bagi saya yang masih awam dalam mengoperasikan blog ini, tentunya saya harus belajar terlebih dahulu kepada teman-teman yang lain, barulah saya membuat tugas tersebut. Dan tentunya yang harus diingat adalah jangan menjadi plagiat. Tugas yang dibuat haruslah karya sendiri. Inilah yang membuat saya dapat menghargai sebuah karya, dan tentunya dengan membuat karya sendiri, dapat menciptakan rasa bangga tersendiri. Semoga tugas-tugas ini dapat bermanfaat bagi semua orang.

Rabu, 30 November 2011

REVISI

Tafsir Mars PLH SMAN 8 Pekanbaru

# Tuhan ciptakan alam nan indah
   Manusia penerima amanah
   Wahana karya bernilai ibadah
   Ambil manfaat jangan serakah
Tafsiran:
Allah menciptakan alam semesta beserta isinya dengan sempurna. Dia menciptakan langit, makhluk hidup, air, udara dan sebagainya yang sangat bermanfaat bagi berlangsungnya kehidupan. Kita sebagai manusia diberi amanah untuk menjaga dan merawat alam kita. Dengan memanfaatkan alam beserta isinya, manusia dapat berkarya dan mendapatkan ilmu yang sangat bernilai harganya. Namun, yang perlu diingat adalah dalam mengambil manfaat hendaknya sesuai dengan kebutuhan.

# Karya agung-Nya teramat luhur
   Semua makhluk hidup makmur
   Amal berkah tumbuh subur
   Jagad raya sujud syukur
Tafsiran :
Hasil ciptaan Allah itu sangat baik, sempurna dan indah. Semua makhluk yang tinggal di bumi ini hidup makmur, karena apa yang diinginkan telah disediakan oleh Allah. Keberkahan pun selalu datang menghampiri. Semua makhluk dan jagad raya pun bersyukur.

# Buma Buha Mata
   Buka Mata Buka Hati
   Memelihara alam titipan Allah
Tafsiran:
Marilah kita bersama-sama membuka mata, lihatlah alam sekitar kita, tentunya banyak yang harus kita lakukan demi alam kita. Tidak lupa pula kita membuka hati, mari kita renungkan dan bergerak untuk memlihara alam yang telah dititipkan oleh Allah.

# Jagalah mata jagalah hati
   Ayunkan tangan langkahkan kaki
   Memelihara alam titipan Ilahi
   Cermin insan khalifah fil ardhi
Tafsiran :
Mari kita menjaga mata kita untuk terus terbuka, menatap alam dan lingkungan sekitar kita dan marilah kita menjaga hati kita agar tidak pernah tertutup untuk memelihara alam ini. dengan memelihara alam titipan Allah, itu berarti kita telah mencerminkan sosok manusia sebagai khalifah fil ardhi, yakni penjaga dan perawat bumi yang baik.

# Karena ulah tangan manusia
   Darat dan laut rusak binasa
   Warisan anak cucu tak tersisa
   Bencana alam dimana-mana
Tafsiran:
Kaarena ulah tangan manusia yang semena-mena merusak lingkungan dan alam kita, alam kita kini telah menjadi rusak. Lihat saja daratan, kebakaran hurtan, polusi, banjir, longsor, semuanya telah terjadi. Begitu pula laut, semuanya telah rusak, polusi dan makhluk laut semuanya mati. Tidak ada lagi warisan untuk anak cucu kita nanti, karena semuanya telah lenyap oleh bencana alam dimana-mana.

# Jiwa siswa SMA 8
   Dan pendidikan lingkungan hidup
   Ecological Youth Environmental Source
   Siswa peduli lingkungan hidup
   Cermin insan khalifah fil ardhi
   Huu... fil ardhi
Tafsiran :
SMA 8 Pekanbaru adalah salah satu sekolah yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Para siswa nya diajarkan serta mempraktekkan bagaimana memelihara lingkungan dan alam ini. Semua hal dilakukan demi membangun lingkungan yang indah. Itu semua dilakukan untuk membentuk sosok insan Khalifah Fil Ardhi, yakni mencintai, merawat, dan menjaga bumi ini.

Rabu, 16 November 2011

Kerusakan Lingkungan

I.  Masalah
    Kabut asap di Dumai, Riau

II. Gambaran
     Pada hari Kamis, 13 Oktober 2011, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai mengindikasikan telah terjadi pencemaran udara yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Dumai. Beberapa perusahaan tersebut diantaranya PT Wilmar Group dan beberapa perusahaan yang berada di kawasan Pelindo, seperti PT Nagamas, Tempa Perkasa dan Inti Benua. Indikasi pencemaran udara terlihat dari beberapa cerobong milik perusahaan pengolah minyak kepala sawit itu dengan mengelur kepulan asap hitam yang menjulung kelangit dan bagian atas cerobong telihat hitam pekat akibat pembakaran.
    Menurut kepala KLH Dumai, limbah yang merupakan sisa pembakaran tersebut, sangat memungkinkan mengendap di udara bahkan turun pada saat-saat tertentu. Jika hal ini terjadi, maka sangat memungkinkan akan mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat disekitar lokasi perusahaan.
    Saat ini, pihaknya telah menurunkan tim pemantau untuk memantau aktivitas perusahaan tersebut.



III. Solusi

     a. Preventif
         Melengkapi cerobong asap pabrik dengan alat penyaring udara serta mempertinggi cerobong
tersebut.



     b. Curatif

        Absorbsi, yakni melakukan solven yang baik untuk memisahkan polutan gas dengan konsentrasi yang cukup tinggi.
              Adsorbsi, yakni  dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan, seperti Karbon Aktif dan Silikat.
              Pembakaran, yakni mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas Hidrokarbon yang terdapat di dalam polutan.
          Reaksi kimia, dimana banyak dipergunakan pada  golongan Nitrogen dan Belerang. Untuk membersihkan gas golongan Nitrogen, caranya dengan diinjeksikan Amoniak yang akan bereaksi kimia dengan NOx dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk menjernihkan golongan Belerang dipergunakan copper oksid atau kapur dicampur arang.

          c. Rehabilitatif
             - Meminimalkan penggunaan bahan kimia
             - Melakukan penanaman pohon


          d. Promotif
             - Memberikan sanksi kepada perusahaan sesuai dengan Undang-undang Lingkungan Hidup
             - Menyediakan tempat yang jauh dari pemukiman penduduk bagi perusahaan untuk mendirikan       
          pabrik     



  Sumber:

 

Rabu, 19 Oktober 2011

Video Clip Mars PLH

Hazard Kuli Bangunan

A.     Latar Belakang
Di dalam menjalani  kehidupan, manusia membutuhkan 3 kebutuhan primer, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan tersebut sangat penting dan harus dipenuhi untuk kelangsungan  kehidupan manusia itu sendiri.
Seperti yang kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial, yang selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Begitu pula halnya terhadap usaha kita dalam memenuhi kebutuhan primer di atas. Salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi adalah rumah atau tempat tinggal. Kita menyadari kemampuan yang ada dalam diri kita berbeda-beda. Dalam hal ini, tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk membangun sebuah rumah. Untuk itu, kita membutuhkan bantuan dari orang yang memiliki skill dalam hal membangun sebuah rumah. Tentunya tidak mudah untuk membangun atau membuat sebuah rumah, belum lagi dengan risiko yang akan dihadapi.
Untuk itulah penulis akan membahas tentang manajemen risiko yang dialami oleh tukang bangunan saat bekerja.


A.     Foto-foto












 


1.     Tabel  Analisa  Risiko
Jenis Bahaya
Risiko
Konsekuensi
Faktor Fisik
  • Cuaca Panas

  •       Dehidrasi
  •        Biang keringat     pada kulit

  •         Kelelahan
  •       Gatal-gatal

Faktor Biologis
  •          Jamur
  •          Bakteri

  •          Infeksi
  •      Infeksi

  •         Gatal-gatal pada tubuh
  •         Muncul penyakit

Faktor Ergonomik
  •         Mengangkat bahan-bahan bangunan dengan tangan



  •          Otot tegang dan kaku








  •          Sulit beraktivitas
  •          Pegal-pegal





Faktor Kimia
  •        Debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
  •          Asap dari mesin bangunan


  •          Batuk


  •          Mata berair


  •         Dada sesak


  •         Sakit mata/katarak
Faktor Psikososial
  •        Kurangnya istirahat karena jam kerja yang terlalu lama

  • Stress

  •         Tidak fokus dalam bekerja

Alat perlindungan diri
  •     Tergores oleh alat –alat bangunan

  •          Kecelakaan
  •     Terkena alat yang tajam

  •        Pendarahan











2.     Tabel  Analisa  Semikualitatif

Tingkat Keparahan
Kemungkinan Terjadi
Jarang Terjadi

(1)
Kurang mungkin terjadi (2)
Mungkin terjadi
(3)
Sangat Mungkin terjadi (4)
Hampir Pasti terjadi
(5)
(1)
Tidak ada pengaruh





(2)
Pengaruh sangat ringan



·         Kurangnya istirahat karena jam kerja yg terlalu lama
(8)
·         Cuaca Panas  (8)

(3)
Pengaruh ringan


·         Debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
·         Asap dari mesin bangunan
  (9)


·         Mengangkat bahan-bahan bangunan dengan tangan
(15)

(4)
Pengaruh serius


·         Jamur
·         Bakteri
·         Tergores oleh alat-alat tajam
(12)
T


(5)
Pengaruh fatal







3.     Evaluasi Risiko

NO
HAZARD
SKOR
TAFSIRAN
1.
Kurangnya istirahat karena jam kerja yg terlalu lama
8
·         Sangat mungkin terjadi
·         Pengaruh sangat ringan
2.
Cuaca panas

8
·         Sangat mungkin terjadi
·         Pengaruh ringan
3.
Debu yang berasal dari bahan bangunan

9
·         Mungkin terjadi
·         Pengaruh ringan
4.
Asap dari mesin bangunan
9
·         Mungkin terjadi
·         Pengaruh ringan
5.
Jamur dan Bakteri
12
·         Mungkin terjadi
·         Pengaruh serius
6.
Tergores oleh alat-alat bangunan
12
·         Mungkin terjadi
·         Pengaruh serius
7.
Mengangkat bahan-bahan bangunan dengan tangan

15
·         Hampir pasti terjadi
·         Pengaruh ringan



4.     Pengendalian risiko
No.
Hazard
Pengendalian
1.
Kurangnya istirahat karena jam kerja yang terlalu lama
  • Adanya jam istirahat di sela pekerjaan
  •    Tidur yang cukup
2.
Cuaca panas
  •          Memakai topi
  •       Meminum air mineral
3.
Jamur dan Bakteri
  •     Memakai alas kaki saat bekerja
  •          Mencuci kaki dan tangan setelah bekerja
4.
Mengangkat bahan-bahan bangunan dengan tangan
  •        Memakai alat bantu kerja berupa gerobak
  •         Mengangkat bersama-sama
5.
Debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
  •        Memakai masker/penutup mulut dan hidung
  •          Mencuci muka
6.
Asap dari mesin bangunan
  •          Memakai masker/penutup hidung dan mulut
  •          Jarak antara pekerja dengan mesin jangan terlalu dekat
6.
Tergores oleh alat-alat bangunan
  •      Memakai baju atau pelindung tubuh
  •       Berhati – hati saat bekerja